Widy5angel's Blog

Just another WordPress.com weblog

Untukmu Indonesiaku

on June 28, 2012

keep-calm-and-love-indonesia-59

Apel Malang vs Apel Washington

Ketika  saya ke toko buah beberapa hari yang lalu, saya melihat buah-buahan yang beraneka ragam dan saya memperhatikan bahwa buah-buahan lokal begitu sedikit jumlahnya bila dibandingkan dengan buah import. Ketika saya membandingkan harga apel Malang dan apel Washington harganya tak jauh berbeda, memang lebih murah jika dibandingkan buah import. Ketika saya berada di Malang, saya pergi ke satu toko buah dan sangat mengejutkan karena hampir semua buah-buahan di sana diimpor dari luar negeri, padahal Malang menghasilkan buah-buahan yang menurut saya mampu bersaing dengan produk asing seperti apel Malang, jeruk Baby. Padahal buah-buahan yang dijual di pasar segar-segar dan harganya pun murah. 

Ternyata kisah produk lokal vs luar negeri, tidak hanya terjadi pada kasus buah-buahan saja melainkan hampir di segala macam sektor kehidupan dari makanan, pakaian, budaya, pendidikan hingga tenaga kerja. Paradigma masyarakat umumnya berpendapat bahwa produk asing lebih baik daripada produk lokal. Anggapan utama bahwa mutu produk lokal di bawah produk asing begitu kental sekali. Hal ini sangat menyedihkan sekali karena Indonesia sebenarnya adalah negara yang sangat kaya tetapi sedikit sekali yang menghargai kekayaan negara kita. Produk, tenaga kerja asing dipandang sebagai sesuatu yang “wah”, hebat, bernilai tinggi padahal sebenarnya produk dan tenaga kerja dalam negeri tidak kalah bersaing lho.

Kabar baiknya Indonesia sudah mulai menunjukkan cakarnya di kancah internasional, salah satunya adalah hasil batik karya negeri yang mulai merambah dunia. Beberapa tenaga kerja yang berasal dari Indonesia yang berkarya di luar negeri dan sukses membawa harum nama Indonesia. Contohnya, para designer, animator di perusahaan animasi ternama internasional, olahragawan yang sukses di negara asing. Namun, pertanyaan besar yang bisa menjadi renungan adalah mengapa para tenaga ahli yang pintar, sukses yang berasal dari Indonesia malah lebih dihargai dan dipandang di negeri lain bukan di negeri asalnya. Beberapa teman dan kenalan saya yang adalah orang pintar di bidangnya malah diberdayakan oleh negara lain dengan fasilitas, gaji yang sangat menggiurkan. Saya hanya berpikir sangat sayang sekali kalau semakin lama semakin banyak tenaga ahli Indonesia yang hijrah ke negara lain, membangun negara lain karena merasa lebih dihargai daripada di negara asalnya sendiri. Semoga ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi pemerintah negara kita. Apalagi globalisasi terutama Asean Free Trade sudah di ambang pintu yakni di tahun 2015. Hal ini bisa menjadi suatu pedang bermata dua, di mana satu sisi ini akan membawa keuntungan bagi produk Indonesia untuk semakin dikenal dunia. Namun, hal yang mungkin terjadi bila tidak dicegah adalah malah sebaliknya produk asing lebih menguasai pasar Indonesia. 

Sebagai pemerhati dunia pendidikan, saya juga melihat betapa banyak orang termasuk para orang tua mengagungkan guru, kepala sekolah asing. Lihat saja banyak sekali  sekolah internasional, national plus, bilingual yang menjamur di kota-kota besar di Indonesia. Kesenjangan fasilitas antara guru asing dan guru lokal begitu nyata. Saya pernah menemui beberapa guru asing yang kurang kompeten dalam mengajar dan bisa dikatakan guru dalam negeri jauh lebih baik dalam manajemen kelas dan memberikan materi yang jelas kepada murid-muridnya. Hanya berbekal modal bisa berbahasa Inggris lancar bukanlah kualifikasi menjadi seorang pendidik. 

Nampaknya sulit sekali stigma ini diubah karena sudah mendarah daging dan menjadi suatu kepercayaan bahwa produk luar negeri itu jauh lebih baik daripada dalam negeri. Mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk mengubah mindset ini tetapi bukanlah tak mungkin sama sekali. Mari kita belajar untuk mulai menghargai hasil karya anak bangsa dari unit terkecil yaitu keluarga yang nantinya akan meluas ke lingkungan sekitar kita hingga masyarakat.  Saya percaya bila setiap keluarga mulai menanamkan kecintaannya kepada hasil negara kita, talenta yang dapat diberdayakan secara optimalmampu untuk mengembangkan negara ini, Indonesia kita. 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: