Widy5angel's Blog

Just another WordPress.com weblog

Resep Sukses

Seru sekali obrolan pagi ini di acara “Ngopi” tepatnya di B Channel. Out of the blue, tiba-tiba aku tertarik untuk menyimak acara talk show ini (padahal jarang-jarang lho!). Mungkin para speakers yang diundang pada acara ini sangat menarik. Yang pertama adalah Billy Boen, seorang CEO di beberapa perusahaan top terkemuka di Indonesia di usia yang sangat muda tepatnya 26thn. Dia ini yang menulis buku “Young on Top”. Pembicara kedua adalah Ken Dean Lawadinata, yang adalah CEO Kaskus yang nge-hits itu. Kedua pembicara ini telah menerbitkan buku yang bisa didapatkan di toko buku terdekat (lho jadi promosi?). Aku sendiri cumen lihat aja buku-buku mereka terpajang di rak buku toko buku terkenal, tapi belum pernah baca..maybe one day I’ll buy their books :p

What were they talking about?

Kita mulai dari yang pertama yah dari Billy dulu yang men-sharingkan pengalamannya yang menurut aku sangat menarik. Host nya bertanya tentang kisah suksesnya. Lalu Billy pun menjawab bahwa yang pertama adalah “know your passion” bahkan ia sudah tahu passion nya sejak SD bahwa ia ingin bekerja di perusahaan brand (wow!). Kesuksesan menurutnya bukan mencapai sesuatu yang teramat besar tapi bisa sukses dari hal-hal kecil contohnya, being on time. Begitu pula kegagalan baginya hampir tidak ada karena setiap kegagalan kecil langsung diperbaiki sehingga tidak terakumulasi menjadi suatu kegagalan yang besar. Well, it’s all about one’s point of view on success and failure. Dia juga kasi tips untuk bisnis seandainya ada modal 10 juta katakanlah, kalau ingin dipakai sebagai modal janganlah ditaro semuanya 10 juta plek tapi beri jatah untuk yang lain..amit-amit the business is not running well, at least masih ada sisa untuk hal lain.

Personality (character) juga sangat penting ternyata untuk jadi sukses. Orang yang tertutup pada kritikan orang lain nampaknya suka mandek tengah jalan jadi kariernya mentok. Being humble and positive is important. Kadang ngerti juga kalau ada orang yang suka konflik di sana-sini, pindah kerja ternyata begitu lagi keadaannya..because character does matter. As long one doesn’t change his/her attitude, the condition won’t change.

Mari kita beralih ke pembicara kedua, Ken, yang mulai Kaskus di US trus pindah ke indo dan jumlah usernya sekarang mencapai 20jt. Mantaps!!! Mulai dari kerja berdua dengan partnernya hingga mempunyai team berjumlah 100 orang sekarang, Ken pun terus menerus berinovasi dengan tantangan yang bertambah tentunya. Hal yang sangat menarik yang bisa disimak dari Ken dan juga Billy adalah peran keluarga dalam kesuksesannya. Billy bercerita bahwa keluarganya mengajarkan hidup sederhana, bersikap tegas. Sedangkan Ken memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga dan mendapat dukungan penuh dalam usahanya, walaupun dia sempat berhenti kuliah di US demi kariernya dan terbukti dia berhasil.

Seru belajar dari orang-orang yang sudah sukses, bahwa ternyata mungkin diraih kesuksesan itu asalkan harus bekerja ekstra keras, disiplin dan full-commited. Pastinya orang-orang ini adalah orang yang sangat passionate dalam bidangnya sehingga mereka dapat bekerja dengan sepenuh hati bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga bagi orang-orang sekitarnya. Aku suka mendengarkan talk show, seminar, baca buku kisah-kisah orang sukses karena menginspirasi dan bisa belajar banyak dari pengalaman hidupnya. Tapi kalau cumen didengar, dibaca tapi tak dilakukan yah sami mawon, tak ada gunanya. Semoga dengan pola pikir yang lebih terbuka, disiplin, tekun, semangat 45 dan keluar dari “comfort zone”, aku bisa meraih impianku dan bisa meraih kesuksesan. Mulai dari yang kecil-kecil dulu aja, yang ada di depan mata nanti seiring berjalannya waktu Tuhan akan percayakan hal-hal yang lebih besar, betul?! 😉

Success is getting what you want. Happiness is wanting what you get.
Dale Carnegie

Develop success from failures. Discouragement and failure are two of the surest stepping stones to success.
Dale Carnegie

Leave a comment »

Kisah Serba Salah

Kisah Serba Salah : Ayah, Anak dan Seekor Keledai

Ini kisah tentang bapak, anak dan keledainya yang merepotkan.
Tiap hari mereka harus menyediakan rumput, dan, yang paling tidak enak, harus selalu membersihkan kotoran keledai di kandang.
“Kenapa tidak kita jual saja keledai ini, pak?”
Kita jual? Si Bapak merenung.
Dengan perasaan apa boleh buat, Pak Dongkus setuju.
Matahari pagi mulai menghangati bumi, ketika tiga mahluk Tuhan beda posisi ini jalan beriringan menuju pasar di kota.
“Hei, kalian mau kemana?” seorang tetangga menyapa mereka. Pak Dongkus menjawab singkat bahwa mereka akan ke pasar di kota.
“Kalian punya keledai kenapa tidak dinaiki? Dimana otak kalian?” kata tetangga usil itu.
Panas Pak Dongkus mendengar teguran tetangga itu. Setelah berunding dengan Dongki, ia naik ke keledai, sementara si anak berjalan mengiringi. Namun belum 50 meter berjalan, gangguan kedua muncul.
“Bapak macam apa itu? Dirinya enak” naik keledai, anaknya disuruh jalan kaki!
Suara tetangga kedua ini makin memerahkan telinga. Cepat-cepat Pak Dongkus turun dari punggung keledai.
Kini giliran Dongki naik dipunggung keledai. Sementara Pak Dongkus jalan kaki mengiringi. “Sekarang tak akan ada yang mencela lagi,” katanya dalam hati.
“Wah! Ini anak tidak hormat pd orangtua!” Seorang tukang rumput yang berpapasan jalan mencela. “Anak enak” naik keledai, ayahnya yang tua itu dibiarkan jalan kaki! Kamu juga! Kenapa orangtua tidak bisa didik anak?”
Anak-bpk duduk di bawah pohon. Apa pun yang mereka lakukan salah semua.
Sementara, diam-diam keledai berjalan sendiri menuju hutan.
Dongki bersorak lihat jauh disana keledai menghilang ke hutan.
“Ayah, kita bebas sekarang!” teriaknya .“Ya, kita bebas dari keledai yang merepotkan itu!”
Mereka pun pulang dgn riang, tdk takut lagi ada yang mencela bgmn bersikap terhadap keledainya!

Pesan moral:
Kita tak akan pernah bisa memuaskan semua orang dan mendengarkan semua opini orang. Maka, jadilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang kau anggap benar.

taken from the story forwarded by someone

Leave a comment »