Widy5angel's Blog

Just another WordPress.com weblog

Book of Life

Each morning is a new chapter of life, granted by the Lord

Sunrise is the sign of God’s marvelous gift

It is the new page to write our own story

good or bad, happy or sad…

we decide ourselves what to write in this book of life

Let God, our Creator guide us..inspire us…

for this book of life is not ours but His

Not ours to boast upon our achievements,

He Himself will display our book of life to others

Not ours to weep on the tragedies happen,

He will rise us up even when we are drowning in our tears

Not ours to stop writing and end the story ourselves,

Only He, the one who has the power to open and close our book of life,

who knows where our story ends, not us

In the end of the day,

we are just a writer of our life

Let us write memorable and precious moments

for life is a treasure,

which we will embrace for the rest of our life,

pass it to our children and grandchildren

How we want to be remembered,

it all depends on our way of writing

This book of life is as crystal clear, no hidden secrets

One needs not speak about one’s story

but the book of life speaks itself

as people read it and give judgement

Write your stories with kindness, gentleness,

generosity, peace and love

that our book of life will have a happy ending

for life itself is the greatest book ever

Leave a comment »

Sebutir Pasir di MataMu

Hidupku hanyalah seperti sebutir pasir di mataMu

Begitu kecilnya  sampai nyaris tak terlihat, di antara jutaan, bahkan milyaran pasir yang terhampar di padang gurun

Aku tak berdaya diinjak-injak oleh berpasang-pasang kaki manusia ataupun binatang

di bawah terik dan panasnya cahaya sang mentari, ku tetap diam

ditiup oleh angin, ku dibawanya terbang melayang

berputar-putar di tengah pusaran angin puyuh yang melanda, terhempasku entah di mana

Walau ku begitu kecilnya, nyaris tak terlihat oleh kasat mata, Kau tetap mampu  melihatku

Walau ku tiada berguna, Kau sanggup membuatku menjadi sebuah mahakarya yang indah

Walau ku harus diaduk, dicampur dengan butiran-butiran pasir lainnya, sakit, perih, panas dan terluka kudibuatnya

aku akan tetap bertahan

Karena Engkau sanggup menjadikanku menjadi bangunan yang nan megah, dipandang dan dikagumi oleh mata manusia

tiada sesuatupun yang ku lakukan, semua adalah karyaMu

ku tahu dan yakin satu hal

Alangkah indahnya hidupku dalam tanganMu dan aku tetaplah…

sebutir pasir di matamu

untuk selama-lamanya

Leave a comment »